KESADARAN ADALAH DASAR CIPTA, RASA DAN KARSA
Kesadaran adalah dasar Cipta, Rasa dan Karsa dalam menjalani kehidupan.
Dasar pemikiran ... BUKA
Manusia mengenali kehidupan melalui kesadaran, memikirkannya melalui Cipta, menghayatinya melalui Rasa, dan menentukan tanggapan melalui Karsa.
- Kawruh Sejati -
Dalam kehidupan janma manusa terdapat tiga daya penting yang dikenal sebagai Cipta, Rasa, dan Karsa. Ketiganya mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi dalam kehidupan tidak berjalan secara terpisah. Cipta berkaitan dengan daya pemikiran, rasa berkaitan dengan penghayatan, sedangkan karsa berkaitan dengan kehendak.
Agar ketiganya dapat dikenali dan ditata, diperlukan kesadaran.
Karena itu, kesadaran dapat ditempatkan sebagai dasar bagi Cipta, Rasa, dan Karsa.
Yang dimaksud dasar di sini bukan berarti kesadaran sama dengan Cipta, Rasa, atau Karsa. Kesadaran atau Cetana mempunyai kedudukan tersendiri. Cipta, Rasa, dan Karsa juga mempunyai kedudukan masing-masing sebagai daya kehidupan dalam diri janma manusa.
Pembedaan ini penting agar hubungan keempatnya dapat dipahami secara jernih.
Kesadaran sebagai Dasar Pengenalan.
Kesadaran memungkinkan manusia untuk mengetahui apa yang sedang berlangsung dalam dirinya.
Ketika sebuah pikiran muncul, manusia dapat menyadari bahwa dirinya sedang berpikir.
Ketika suatu rasa muncul, manusia dapat menyadari bahwa dirinya sedang merasakan sesuatu.
Ketika kehendak muncul, manusia dapat menyadari adanya dorongan untuk melakukan sesuatu.
Tanpa pengenalan tersebut, manusia mudah terbawa oleh apa yang berlangsung dalam dirinya tanpa memahami prosesnya.
Karena itu, kesadaran menjadi dasar bagi pengenalan terhadap Cipta, Rasa, dan Karsa.
Kesadaran bukan Cipta.
Kesadaran bukan Rasa.
Kesadaran bukan Karsa.
Tetapi melalui kesadaran, ketiganya dapat
dikenali dan dipahami.
Cipta yang Disadari.
Cipta merupakan daya yang berkaitan dengan pemikiran. Manusia berpikir sebelum berbicara, mempertimbangkan sesuatu sebelum mengambil keputusan, mengingat pengalaman, membentuk gambaran mengenai sesuatu, serta membuat berbagai pertimbangan dalam kehidupan.
Namun, tidak semua pikiran yang muncul merupakan hasil pemikiran yang jernih.
Pikiran dapat dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya, prasangka, kekhawatiran, keinginan, atau keadaan tertentu.
Di sinilah kesadaran mempunyai peran penting.
Dengan kesadaran, manusia dapat melihat bahwa suatu pikiran sedang muncul tanpa harus langsung menganggapnya sebagai sebuah kebenaran.
Kesadaran memberikan kesempatan untuk mengamati cipta sebelum cipta diwujudkan menjadi ucapan atau tindakan.
Weninging Cipta bukan berarti manusia berhenti berpikir. Yang diupayakan adalah kejernihan dalam menggunakan daya cipta.
Rasa yang Disadari.
Rasa merupakan daya penghayatan dalam kehidupan janma manusa. Manusia dapat merasakan senang, sedih, marah, takut, kecewa, tenteram, dan berbagai keadaan batin lainnya.
Rasa merupakan bagian dari kehidupan.
Karena itu, rasa tidak perlu disangkal.
Namun, manusia perlu menyadari rasa yang sedang berlangsung.
Ketika seseorang marah, kesadaran membantu dirinya mengenali kemarahan tersebut.
Ketika muncul rasa iri, kesadaran memungkinkan manusia menyadari adanya rasa tersebut.
Ketika muncul ketakutan, kesadaran membantu manusia melihat bahwa ketakutan sedang mempengaruhi dirinya.
Pengenalan tersebut penting karena rasa yang tidak disadari dapat mempengaruhi cara berpikir dan kehendak.
Tulusing Rasa bukan berarti tidak mempunyai emosi. Tulusing Rasa berarti mengupayakan agar rasa tidak dikotori oleh berbagai kotoran batin yang tidak dikenali.
Karsa yang Disadari.
Karsa merupakan daya kehendak. Manusia tidak hanya berpikir dan merasakan. Manusia juga mempunyai dorongan untuk melakukan sesuatu.
Karsa dapat mendorong seseorang untuk berbicara, memilih, bertindak, membantu, menolak, mengejar sesuatu, atau meninggalkan sesuatu.
Namun, kehendak tidak selalu muncul dari keadaan yang jernih.
Kadang-kadang kehendak muncul karena kemarahan.
Kadang-kadang karena ketakutan.
Kadang-kadang karena keinginan memperoleh sesuatu.
Karena itu, kesadaran diperlukan agar manusia dapat mengenali dorongan karsanya sebelum diwujudkan.
Kesadaran memberikan kesempatan untuk bertanya: mengapa aku hendak melakukan ini?
Dengan pengenalan tersebut, karsa dapat diarahkan menuju Utamaning Karsa.
Utamaning Karsa bukan berarti semua kehendak harus diwujudkan. Sebaliknya, manusia belajar memilih kehendak yang patut diwujudkan dalam laku.
Hubungan Cipta, Rasa, dan Karsa.
Cipta, Rasa, dan Karsa saling berhubungan. Apa yang dipikirkan dapat mempengaruhi rasa. Apa yang dirasakan dapat mempengaruhi pikiran. Keduanya dapat mempengaruhi kehendak.
Sebaliknya, kehendak yang terus dilakukan juga dapat membentuk kebiasaan dan mempengaruhi cara berpikir serta penghayatan seseorang.
Karena hubungan tersebut, ketiganya tidak dapat ditata secara terpisah.
Kesadaran menjadi penting sebagai dasar untuk mengenali hubungan tersebut.
Manusia belajar melihat bagaimana pikiran mempengaruhi rasa, bagaimana rasa mempengaruhi kehendak, dan bagaimana kehendak diwujudkan menjadi tindakan.
Kesadaran Bukan Sekadar Hal Mengetahui.
Kesadaran tidak cukup dipahami sebagai mengetahui sesuatu.
Seseorang dapat mengetahui bahwa marah itu tidak baik, tetapi tetap marah tanpa menyadari proses kemarahannya.
Seseorang dapat mengetahui bahwa berpikir jernih itu penting, tetapi tetap mengikuti prasangka tanpa memeriksanya.
Seseorang dapat mengetahui bahwa karsa perlu diarahkan, tetapi tetap mengikuti setiap keinginannya.
Karena itu, kesadaran harus hadir secara langsung dalam kehidupan.
Kesadaran memungkinkan manusia mengenali apa yang sedang terjadi sebelum memberikan tanggapan.
Dari sini, kesadaran menjadi dasar bagi pembentukan laku.
Hubungan dengan Kawruh Sejati.
Kawruh Sejati mempunyai kedudukannya sendiri, yaitu sebagai pepadhang atau penerang.
Kesadaran merupakan bagian dari kehidupan janma manusa yang memungkinkan manusia mengenali apa yang berlangsung dalam dirinya.
Dengan demikian, kesadaran bukan sumber yang menciptakan Kawruh Sejati.
Kesadaran menjadi bagian dari proses manusia dalam menerima, mengenali, dan memahami.
Pembedaan tersebut menjaga agar istilah tidak bercampur.
Kawruh Kasunyatan dan Cipta, Rasa, Karsa.
Kawruh Kasunyatan merupakan pemahaman manusia terhadap kasunyatan.
Pemahaman tersebut tidak terlepas dari bagaimana manusia menggunakan Cipta, Rasa, dan Karsa.
Manusia mengenali kehidupan melalui kesadaran, memikirkannya melalui Cipta, menghayatinya melalui Rasa, dan menentukan tanggapan melalui Karsa.
Namun, semua proses tersebut perlu tetap dibedakan dari Kawruh Sejati. Kawruh Sejati adalah pepadhang. Kawruh Kasunyatan merupakan pemahaman manusia. Cipta, Rasa, dan Karsa merupakan daya kehidupan. Cetana merupakan kesadaran.
Masing-masing mempunyai kedudukan yang berbeda, tetapi saling berkaitan dalam kehidupan janma manusa.
Dari Kesadaran Menuju Laku.
Tujuan dari pemahaman tersebut bukan sekadar menghasilkan teori mengenai manusia.
Kawruh perlu menjadi laku.
Kesadaran terhadap Cipta diarahkan menuju kejernihan.
Kesadaran terhadap Rasa diarahkan menuju ketulusan.
Kesadaran terhadap Karsa diarahkan menuju keutamaan.
Maka lahirlah arah:
Weninging Cipta → Tulusing Rasa → Utamaning Karsa.
Ketiganya bukan keadaan yang cukup dibicarakan, melainkan perlu dilatih dalam kehidupan.
Dalam berbicara, bekerja, berhubungan dengan sesama, mengambil keputusan, menghadapi persoalan, dan menjalani kehidupan sehari-hari, manusia mempunyai kesempatan untuk menguji kesadarannya.
Kesadaran sebagai Dasar Kehidupan yang Selaras.
Kesadaran membantu manusia melihat dirinya sebelum menyalahkan keadaan.
Ketika pikiran menjadi keruh, ia dapat mengenalinya.
Ketika rasa dipenuhi kotoran batin, ia dapat melihatnya.
Ketika kehendak mulai dikuasai kepentingan diri, ia dapat menyadarinya.
Pengenalan tersebut memberi kesempatan untuk melakukan pembenahan.
Dengan demikian, kesadaran bukan sekadar keadaan batin, tetapi menjadi dasar bagi penataan kehidupan.
Kesimpulan.
Kesadaran atau Cetana merupakan dasar penting bagi pengenalan terhadap Cipta, Rasa, dan Karsa.
Kesadaran tidak sama dengan ketiganya. Cipta, Rasa, dan Karsa merupakan tiga daya kehidupan yang mempunyai fungsi masing-masing.
Melalui kesadaran, manusia dapat mengenali proses berpikir, penghayatan rasa, dan dorongan kehendak yang berlangsung dalam dirinya.
Dalam kerangka Kawruh Uttamopadesa, pengenalan tersebut diarahkan menuju Weninging Cipta, Tulusing Rasa, dan Utamaning Karsa.
Kawruh Sejati tetap mempunyai kedudukan sebagai pepadhang, sedangkan Kawruh Kasunyatan merupakan pemahaman manusia terhadap kasunyatan.
Pada akhirnya, kesadaran bukan sekadar untuk dipahami sebagai konsep. Kesadaran perlu menjadi dasar bagi laku, agar Cipta, Rasa, dan Karsa dapat dijalankan secara lebih jernih, tulus, dan utama.
FAQ tentang Kesadaran sebagai Dasar.
1. Apakah kesadaran sama dengan Cipta, Rasa, dan Karsa?
Tidak. Kesadaran atau Cetana mempunyai kedudukan yang berbeda. Cipta, Rasa, dan Karsa merupakan tiga daya kehidupan dalam diri janma manusa.
2. Mengapa kesadaran disebut dasar Cipta, Rasa, dan Karsa?
Karena melalui kesadaran manusia dapat mengenali, memahami, dan menata apa yang berlangsung dalam Cipta, Rasa, dan Karsa.
3. Apa hubungan kesadaran dengan Weninging Cipta?
Kesadaran memungkinkan manusia mengenali proses pikirannya, sehingga Cipta dapat diarahkan menuju kejernihan.
4. Apa hubungan kesadaran dengan Tulusing Rasa?
Kesadaran membantu manusia mengenali rasa yang muncul, sehingga rasa dapat ditata dan tidak dikuasai kotoran batin.
5. Apa hubungan kesadaran dengan Utamaning Karsa?
Kesadaran membantu manusia mengenali dorongan kehendaknya sebelum diwujudkan, sehingga Karsa dapat diarahkan menuju keutamaan.

Komentar
Posting Komentar